Puisi Chairil Anwar Tentang Kepada Kawan

Puisi Chairil Anwar Tentang Kepada Kawan
Puisi Chairil Anwar Tentang Kepada Kawan

Puisi Chairil Anwar Tentang Kepada Kawan – Hallo sahabat puitis, kali ini kakak mau sharing tentang kumpulan puisi yang slalu menjadi sorotan di sekolah,,

 nah karya-karya chairil anwar ini sudah tidak diragukan lagi dalam puisinya,,, jadi kakak disini mau mengulas sedikit tentang perjalanannya dan beberapa puisi chairil anwar,,, yuk simak terus sahabat puitis!!!

Chairil Anwar adalah seorang penyair besar yang terkenal dengan karya sastranya yang sangat fenomenal. Bahkan Chairil Anwar memiliki julukan yang menarik yaitu “Si Binatang Jalang”.

hal inilah yang membuat nama Chairil Anwar dan karyanya tak pernah dilupakan walau sudah tergerus oleh waktu.

Nama Lengkap             : Chairil Anwar

Tempat Tanggal Lahir  : Medan 26 Juli 1922

Meninggal                    : 28 April 1949

Nama Julukan              : Si Binatang Jalang

Kebangsaan                  : Indonesia

Nama Ayah                  : Toeloes

Nama Ibu                    : Saleha

Pendidikan                   : Hollandsch Inlandsche School (HIS), Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO)

Pekerjaan/Karir            : Penyiar/Sastrawan, Penyiar Radio Jepang di Jakarta saat Jepang masih menguasai Negara Indonesia

Bersama Asrul Sani dan Rivai Apin, ia dinobatkan sebagai pelopor Angkatan 45 dan puisi modern Indonesia oleh H.B. Jassin. Karya-karyanya begitu berpengaruh pada berkembangnya puisi kontemporer di Indonesia.

Diperkirakan ada 96 karya termasuk 70 puisi yang telah ia ciptakan semasa hidupnya, Kebanyakan dari karya-karyanya tidak dipublikasikan hingga kematiannya. Puisi terakhirnya berjudul Cemara Menderai Sampai Jauh, sedangkan puisinya yang paling terkenal berjudul Aku dan Krawang-Bekasi.

Semua tulisannya baik yang asli, modifikasi, atau yang diduga dijiplak, dikompilasi dalam tiga buah buku yang diterbitkan oleh Pustaka Rakyat: Deru Campur Debu (1949), Kerikil Tajam Yang Terampas dan Yang Putus (1949), dan Tiga Menguak Takdir (1950).

Puisi Chairil Anwar Tentang Kepada Kawan

Inilah salah satu puisi chairil anwar yang sangat menggugah jiwa muda masa kini.

KEPADA KAWAN

Sebelum Ajal mendekat dan mengkhianat,
mencengkam dari belakang ‘tika kita tidak melihat,
selama masih menggelombang dalam dada darah serta rasa,

belum bertugas kecewa dan gentar belum ada,
tidak lupa tiba-tiba bisa malam membenam,
layar merah terkibar hilang dalam kelam,
kawan, mari kita putuskan kini di sini:
Ajal yang menarik kita, juga mencekik diri sendiri!

Jadi
Isi gelas sepenuhnya lantas kosongkan,
Tembus jelajah dunia ini dan balikkan
Peluk kucup perempuan, tinggalkan kalau merayu,
Pilih kuda yang paling liar, pacu laju,
Jangan tambatkan pada siang dan malam
Dan
Hancurkan lagi apa yang kau perbuat,
Hilang sonder pusaka, sonder kerabat.
Tidak minta ampun atas segala dosa,
Tidak memberi pamit pada siapa saja!
Jadi
mari kita putuskan sekali lagi:
Ajal yang menarik kita, ‘kan merasa angkasa sepi,
Sekali lagi kawan, sebaris lagi:
Tikamkan pedangmu hingga ke hulu
Pada siapa yang mengairi kemurnian madu!!!

30 November 1946

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*