Puisi Laut Karya Joko Pinurbo

Puisi Laut Karya Joko Pinurbo
Puisi Laut Karya Joko Pinurbo

Puisi Laut Karya Joko Pinurbo merupakan sosok penyair terkemuka Indonesia. Ia banyak menulis karya-karya puisi yang khas dan memiliki warna tersendiri dalam dunia puisi tanah air.

Joko Pinurbo merupakan seorang penyair Indonesia kelahiran Sukabumi, 11 Mei 1962. Ia memilki istri bernama Nurnaeni Amperawati Firmina yang dikaruniai dua orang anak yaitu Paska Wahyu Wibisono dan Maria Azalea Anggraeni. Ayah Joko bernama Sumardi sedangkan ibunya bernama Ngasilah.

Puisi Laut Karya Joko Pinurbo

Laut

Sekali-sekali telepon genggam perlu juga diajak piknik atau jalan-jalan. Ke pantai, misalnya. Supaya makin luas pandangannya. Makin lepas jangkauannya.

Di pantai ia jatuh cinta pada laut. Ia memanggil-manggil nama laut, tapi suaranya lenyap ditelan laut.

Aku tiduran di atas pasir, sementara telepon genggam sibuk memotret awan dan air, merekam derai dan desir.

“Silakan kau latihan mati,” katanya. “Aku ingin begadang, mendengarkan bisikan-bisikan laut.”

Sekarang, bila aku sakit, telepon genggam suka menggodaku dengan suara angin dan ombak. Lalu ia perlihatkan profil bulan yang malu-malu. Profil ajal yang diutus waktu. “Ingat, kau sudah latihan mati di pantai,” bisiknya. Tiba-tiba aku mendengar gemuruh laut.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*